Lompat ke konten
Reembun
Panduan

Amankah mengunggah KTP ke situs online? Risikonya dan apa kata UU PDP

Setiap kali Anda mengunggah foto KTP ke situs kompres atau konversi, salinannya berada di server pihak lain. UU Pelindungan Data Pribadi mewajibkan pihak itu menjaganya, tetapi cara paling aman adalah tidak mengunggahnya sama sekali bila tidak perlu.

Diperbarui 3 menit baca

Apa saja yang ada di KTP Anda

KTP bukan sekadar kartu identitas. Satu foto KTP memuat NIK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, alamat lengkap sampai RT dan RW, agama, status perkawinan, pekerjaan, dan foto wajah. Itulah sebabnya foto KTP menjadi salah satu data yang paling dicari untuk penyalahgunaan, mulai dari pendaftaran akun atas nama orang lain sampai pengajuan pinjaman yang tidak pernah Anda buat.

Masalahnya, foto KTP juga termasuk berkas yang paling sering kita kirim: untuk pendaftaran kerja, beasiswa, rekening, sewa kendaraan, dan banyak lagi. Dan menjelang pendaftaran, sering kali foto itu dikompres dulu di situs gratis pertama yang muncul di pencarian.

Apa yang terjadi saat Anda mengunggah ke situs konversi

Sebagian besar situs kompres dan konversi gratis bekerja dengan cara yang sama: berkas Anda diunggah ke server mereka, diproses di sana, lalu hasilnya dikirim kembali. Situs yang baik menyebutkan berapa lama berkas disimpan, misalnya satu atau dua jam, lalu menghapusnya.

Selama itu, salinan KTP Anda berada di komputer yang tidak Anda kendalikan, di bawah pengelolaan yang tidak Anda kenal, dan sering kali di negara lain. Anda harus percaya bahwa berkas benar-benar dihapus, bahwa sistemnya tidak bocor, dan bahwa kebijakannya tidak berubah. Untuk situs tanpa kebijakan privasi yang jelas, Anda bahkan tidak tahu apa yang Anda percayai.

Apa kata UU Pelindungan Data Pribadi

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi berlaku penuh sejak Oktober 2024. Beberapa hal yang relevan:

  • Pasal 4 membagi data pribadi menjadi data yang bersifat umum, seperti nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama, status perkawinan, dan data yang dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang, serta data yang bersifat spesifik, seperti data kesehatan, biometrik, dan keuangan pribadi. Data di KTP termasuk data pribadi menurut undang-undang ini.
  • Undang-undang ini memberi Anda hak sebagai subjek data, antara lain hak mendapat informasi tentang pemrosesan data Anda, hak memperbaiki, dan hak meminta data Anda dihapus.
  • Pihak yang memproses data pribadi wajib menjaga keamanannya dan bertanggung jawab atas pemrosesan yang dilakukannya.
  • Pasal 67 mengatur ancaman pidana bagi siapa pun yang secara melawan hukum memperoleh atau mengumpulkan data pribadi yang bukan miliknya, dengan ancaman penjara hingga 5 tahun dan/atau denda hingga Rp5 miliar, serta ancaman terpisah untuk mengungkapkan dan menggunakannya.

Undang-undang ini memberi dasar hukum yang lebih kuat bila data Anda disalahgunakan. Namun hukum bekerja setelah kejadian. Cara terbaik tetap mencegah data Anda berada di tempat yang tidak perlu.

Cara menyiapkan KTP tanpa mengunggahnya ke mana pun

Kebanyakan yang Anda perlukan, seperti mengompres foto KTP, mengubah foto iPhone ke JPG, atau menyusun KTP menjadi PDF, bisa dilakukan tanpa unggahan sama sekali. Alat berikut bekerja di dalam browser Anda:

Anda bisa membuktikan bahwa alat itu benar-benar tidak mengunggah. Buka alatnya dan pakai sekali saat online, lalu aktifkan mode pesawat dan pakai lagi dengan berkas lain. Alat itu tetap bekerja, dan itu tidak mungkin terjadi bila berkasnya harus dikirim ke suatu tempat.

Kebiasaan kecil yang melindungi KTP Anda

  • Beri tanda pada setiap salinan. Tambahkan tulisan seperti “Hanya untuk pendaftaran di instansi X” di atas salinan KTP, tanpa menutupi data yang harus dibaca. Salinan bertanda lebih sulit dipakai untuk keperluan lain.
  • Kirim hanya yang diminta. Bila formulir hanya meminta NIK, ketik NIK-nya, jangan kirim foto KTP.
  • Hapus salinan setelah selesai. Foto KTP di galeri, grup obrolan, dan folder unduhan adalah salinan yang bisa tersebar bila HP Anda hilang.
  • Pilih alat yang tidak mengunggah. Untuk mengompres, mengubah, dan menyusun dokumen, tidak ada alasan berkas Anda harus meninggalkan perangkat.

Halaman ini memberikan informasi umum dan bukan nasihat hukum. Untuk keadaan tertentu, berkonsultasilah dengan ahli hukum.

Pertanyaan umum

Apakah mengunggah KTP sendiri ke situs konversi melanggar hukum?

Halaman ini bukan nasihat hukum. Secara umum, UU Pelindungan Data Pribadi mengatur kewajiban pihak yang memproses data pribadi orang lain, bukan melarang Anda memakai data Anda sendiri. Masalahnya bukan pelanggaran oleh Anda, melainkan risiko: salinan KTP Anda kini berada di tangan pihak yang tidak Anda kenal.

Kapan UU PDP berlaku?

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi diundangkan pada Oktober 2022 dengan masa penyesuaian dua tahun, sehingga berlaku penuh sejak Oktober 2024.

Apa yang harus saya lakukan bila KTP saya mungkin sudah bocor?

Waspadai tagihan atau pinjaman yang tidak pernah Anda ajukan, periksa nomor seluler yang terdaftar atas NIK Anda melalui layanan resmi operator, dan laporkan penyalahgunaan ke pihak berwenang. Ke depannya, beri tanda pada setiap salinan KTP yang Anda serahkan, dan hindari mengunggahnya ke layanan yang tidak jelas pengelolanya.

Bagikan

Bagikan halaman ini

Kutip

Kutip halaman ini

Reembun. (2026, 11 September). Amankah mengunggah KTP ke situs online? Risikonya dan apa kata UU PDP. https://reembun.com/id/panduan/bahaya-upload-ktp-uu-pdp
Pilih gaya kutipan, lalu salin referensinya. Tanggal akses memakai tanggal hari ini.

Tentang Reembun

Reembun adalah kumpulan lebih dari 110 alat online gratis untuk PDF, gambar, video, audio, teks, dan perhitungan sehari-hari, termasuk kalkulator pajak dan zakat untuk kebutuhan di Indonesia. Semua alat berjalan di dalam browser Anda, jadi berkas Anda diproses oleh perangkat Anda sendiri dan tidak pernah diunggah ke server. Tidak perlu memasang aplikasi, tidak perlu membuat akun, dan hasilnya tanpa tanda air.

Anda tidak perlu percaya begitu saja. Buka developer tools di browser Anda, perhatikan tab Network, lalu pakai alat apa pun: berkas Anda tidak akan pernah muncul di sana.

Reembun dibangun dan dikelola oleh PT RHP Cipta Digital, perusahaan yang terdaftar di Indonesia.